• Jumat, 12 Agustus 2022

Ketua Yowana Desa Adat Pecatu dorong Pembangunan SMA/K Baru di Kuta Selatan

- Senin, 20 Desember 2021 | 15:55 WIB
Ketua Sabha Yowana Desa Adat Pecatu, I Putu Chandra Riantama, SH
Ketua Sabha Yowana Desa Adat Pecatu, I Putu Chandra Riantama, SH

RAKYAT BALI, Mangupura- Yowana Kabupaten badung melaksanakan kegiatan Gendu Wirasa di Wantilan Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Minggu, (19/12/2021). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka silaturahmi antar Sekaa Teruna dan Sabha Yowana Desa Adat Se-Kecamatan Kuta Selatan

Dalam kegiatan tersebut mengemuka usulan untuk didirikannya Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan Baru yang berlokasi di Kuta Selatan tepatnya diantara Desa Ungasan dan Desa Pecatu. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Sabha Yowana Desa Adat Pecatu, I Putu Chandra Riantama, SH

Menurutnya hal tersebut sangatlah urgent mengingat selama ini Warga Masyarakat Kuta Selatan khusus nya Masyarakat Desa Pecatu selalu mengalami kesulitan untuk masuk Ke Sekolah Negeri karena tekendala sistem Zonasi

Baca Juga: Kakek Muslim di Minahasa Hibahkan Tanah untuk Pembangunan Gereja

“Selama ini setiap penerimaan siswa Baru, kami selalu sulit masuk ke sekolah negeri, karena desa pecatu ini tidak terjangkau sistem zonasi dengan SMA/SMK negeri manapun yang terdekat, maka dari itu kami memohon agar segera dibuatkan sekolah Baru” ucap Chandra dihadapan Pengurus Yowana Kabupaten Badung yang hadir disana

Chandra yang juga merupakan Ketua DPC GMNI Denpasar ini mengatakan kepada Wartawan bahwa kegiatan tersebut diinisiasi oleh Yowana Kabupaten badung untuk menyerap dan mendengarkan aspirasi dari Sabha Yowana Kuta Selatan, sehingga hal inilah yang dimanfaatkan olehnya untuk sekaligus menyampaikan keresahan warga Pecatu.

Menurutnya yang paling mencuat di pecatu ini ketika musim penerimaan siswa baru, selalu kesulitan mendapatkan sekolah negeri karena terkendala sistem zonasi tersebut. Dirinya berharap permasalahan ini mendapatkan atensi lebih, entah itu daya tampung sekolah ditambah atau, dibuatkan sekolah negeri yang baru berlokasi diantara wewidangan Desa Adat Ungasan dan Desa Adat Pecatu.

Baca Juga: Breaking News! Omicron Telah Masuk ke Indonesia

Adapun dalam kesempatan yang sama, Yowana Desa Adat Pecatu menyampaikan DIM (Daftar Iventaris Masalah). berikut poin-poinnya:
1.Kurangnya Sarana pendukung dalam menjalankan organisasi seperti laptop dan printer
2. Belum ada SMA/K Negeri yang terjangkau zonasi dari Desa Pecatu
3. Kurang maksimalnya penyerapan SDM Fresh Graduate
4. memberikan peluang bagi SDM Fresh Graduate dalam peminjaman modal usaha tanpa jaminan
5. Memberikan perhatian kepada pengurus STT atau yowana baik dalam bentuk beasiswa atau petias

Halaman:

Editor: Made Gerry Gunawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cegah Wabah PMK, KKN Unud Membuat Cairan Eco Enzyme

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:35 WIB
X