• Jumat, 12 Agustus 2022

Pengabdian Masyarakat, BEM FH Unud Daftarkan Tradisi Lukat Geni Sebagai KIK

- Kamis, 17 Februari 2022 | 17:49 WIB
BEM FH UNUD
BEM FH UNUD

PENULIS: ARYANATAWIJAYA

RAKYAT BALI, Denpasar - Bentuk kepedulian dan terus berupaya melindungi warisan budaya, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH Unud) mendaftarkan tradisi Lukat Geni sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK)  ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Iustitia 2022.

Ketua BEM FH Unud, Gilbert Kurniawan Oja menyampaikan bahwa tradisi Lukat Geni asal Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, resmi mendapatkan perlindungan hukum sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). Sertifikat KIK diserahkan pada Senin (14/2/2022) lalu diterima langsung oleh Perbekel Desa Paksebali.

“Saat ini tradisi Lukat Geni sudah resmi mendapat perlindungan hukum dan serifikatnya sudah diserahkan senin lalu kepada perbekel Desa Paksebali” ungkapnya pada Kamis (17/2/2022)

Baca Juga: Sahabat Ganjar Yakin PDIP Usung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

TRADISI LUKAT GNI

Tradisi Lukat Geni merupakan Tradisi Sakral yang berasal dari Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Tradisi ini dilaksanakan oleh pemuda – pemudi maupun pelingsir Puri yang berasal dari Puri Satria Kawan setiap 1 tahun sekali tepatnya pada hari pengerupukan yang jatuh setiap sasih kesanga, yang bertempat di perempatan (catus pata) Satria Kawan atau di Merajan Agung Puri Satria Kawan yang bertujuan untuk menyeimbangkan antara Bhuana Agung dan Bhuana Alit dan pembersihan diri secara rohani.

Menurut ketua panitia, Putu Candra Daniswara Irawan, Tradisi lukat Geni merupakan suatu warisan budaya sakral sehingga tradisi ini sangat penting untuk didaftarkan. Candra juga menjelaskan keantusiasan seluruh panitia dalam mendaftarkan Tradisi ini ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali.

“Tradisi Lukat Geni ini merupakan budaya sakral sehingga perlu untuk diberi perlindungan hukum agar budaya ini tetap lestari, salah satu yaitu dengan mendaftarkan tradisi lukat geni ini sebagai kekayaan intelektual komunal,“ ungkapnya pada Kamis (17/2/2022)

Halaman:

Editor: Yulyo Yudha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cegah Wabah PMK, KKN Unud Membuat Cairan Eco Enzyme

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:35 WIB
X