• Kamis, 7 Juli 2022

GMNI Serap Aspirasi Nelayan Nusa Penida, Komitmen Akan Memperjuangkan

- Selasa, 12 April 2022 | 11:22 WIB
GMNI Bertemu Kelompok Nelayan Nusa Penida (GMNI Hukum Udayana)
GMNI Bertemu Kelompok Nelayan Nusa Penida (GMNI Hukum Udayana)

RAKYAT BALI, Klungkung - Dibalik keindahan alam nusa penida yang menjadi magnet pariwisata, ternyata tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakatnya terkhusus nelayan desa Batununggul, kecamatan Nusa Penida. Hal itu tergambar dalam serap aspirasi yang dilakukan oleh aktivis mahasiswa yang tergabung dalam GMNI Hukum Udayana, Minggu (9/4).

Kedatangan mahasiswa yang berwatak kerakyatan dan berideologikan marhaenisme ini difasilitasi oleh Kepala Desa Batununggul, I Ketut Sulastra dengan dibersamai oleh Kelompok Nelayan Wahyu Segara dan Sri Tanjung Segara.

Baca Juga: HIMAPOL UNUD Laksanakan Diskusi Dialektika Wacana Penundaan pemilu: Siasat Oligarki Abadikan Kekuasaan

Serap aspirasi ini sangat diapresiasi oleh kelompok nelayan yang menuturkan bahwasannya ini merupakan kali pertama mereka didatangi untuk didengarkan aspirasinya, bukan hanya sekedar formalitas diminta data-data, atau bahkan hanya diambil gambar fotonya.

“Sangat jarang anggota dewan dari nusa penida untuk mau menemui masyarakat, kalaupun mereka datang hanya sekedar mengambil foto tanpa mendengar aspirasi. Justru adik-adik (GMNI) yang datang lalu mendengarkan aspirasi kami”, ucap I Wayan Mustika, Ketua Kelompok Nelayan Sri Tanjung Segara.

Disampaikan kelompok nelayan, ada tiga poin utama yang menjadi permasalahan bagi nelayan sekitar, pertama tersendatnya proposal permohonan bantuan jaring dan mesin, kedua tidak adanya pendampingan pemasaran hasil tangkapan ikan dari Pemerintah Kabupaten Klungkung, dan ketiga rencana pembuatan jalur sampan namun terkendala ketidakjelasan izin pengerukan pasir yang mengakibatkan sulitnya nelayan berlayar ketika air laut surut.

Baca Juga: Konsisten Kritik Regulasi Retribusi Kintamani, GMNI Hukum Unud Datangi Bupati Bangli

“Ada beberapa permasalahan yang kami alami diantaranya adalah jaring dan mesin, lalu tentang hasil tangkapan yang kami peroleh harganya dipermainkan tengkulak karena tidak ada pendampingan pemasaran, dan surutnya air laut yang mengakibatan susah menangkap ikan. Harapan kami adik-adik mahasiswa bisa membantu, mudah-mudahan ada ijinnya dan terealisasi”, tutur I Made Galang, Ketua Kelompok Nelayan Wahyu Segara.

Wayan Hendra selaku Komisaris GMNI Hukum Udayana menyatakan bahwa cara perjuangan kami memang lebih kepada mendengarkan aspirasi, lalu mencoba memetakan dan mengkaji, serta bermuara pada advokasi. Ia menegaskan akan berusaha memfasilitasi agar bisa terealisasi nantinya.

Halaman:

Editor: Dendik Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Undiksha Sambut Baik Kehadiran GMNI di Buleleng

Senin, 4 April 2022 | 20:39 WIB

Daftar UMP Terbaru Tahun 2022 Wilayah Jawa dan Bali

Minggu, 13 Maret 2022 | 22:51 WIB

Terpopuler

X