• Kamis, 7 Juli 2022

Memperingati Hari Kartini : GMNI Denpasar Mengajak Masyarakat Untuk Menilik Pengawalan Implementasi UU TPKS

- Selasa, 26 April 2022 | 13:11 WIB
WEBINAR HARI KARTINI GMNI
WEBINAR HARI KARTINI GMNI

RAKYAT BALI, Denpasar - Masih dalam semangat memperingati Hari Kartini, pada hari Minggu, 26 April 2022, Sarinah-Sarinah DPC GMNI Denpasar menyelenggarakan webinar dengan tema “Menilik Arah Gerak Pengawalan Implementasi UU TPKS”. Seperti yang kita ketahui, produk hukum UU TPKS lahir di bulan yang sangat istimewa bagi perempuan yakni bulan april, yang kita ingat sebagai bulan Kartini, bulan perjuangan perempuan.

GMNI merupakan organisasi yang turut aktif dalam membuka ruang diskusi terkait UU TPKS baik saat masih dalam proses diperjuangkan untuk disahkan maupun setelah di sahkan. Dilaksanakannya webinar ini tidak lain dan tidak bukan untuk dapat menjadi media informasi sekaligus sosialisasi terkait segala perkembangan yang terjadi di Indonesia khususnya mengenai bagaimana pengawalan implementasi dari UU TPKS yang telah disahkan pada 12 April 2022 kemarin. 

Webinar ini dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari perwakilan sekolah, kampus, organisasi intra, ekstra kampus dan masyarakat umum. Adapun pembicara yang dihadirkan antara lain, Ali Khasan, S.H,M.Si selaku Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Perlindungan Hak Perempuan KEMENPPPA , Dr. I G A Diah Werdhi Srkandi W.S, SE., M.M selaku Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Bali, Dr. Anak Agung Istri Ari Atu Dewi S.H.,M.H selaku Akademisi dan Wakil Dekan II Fakultas Hukum Universitas Udayana, dan Ni Putu Ayu Wahyu Wijayanti, S.H selaku Wakabid Pergerakan Sarinah DPC GMNI Denpasar sekalis mewakili generasi milenial yang akan berbicara mengenai perspektif pengawalan implementasi UU TPKS ini. 

Baca Juga: Political Action : Himapol Fisip Udayana Tanam Mangrove di Teluk Benoa.

Adinda Paramitha Mayan selaku Ketua Badan Pekerja dari kegiatan ini berharap dengan adanya webinar hari kartini ini, para peserta dan masyarakat dapat menumbuhkan kesadaran pikiran dan kesadaran praktik untuk mengimplementasikan UU TPKS dengan baik agar dapat terciptanya kehidupan masyarakat khususnya perempuan yang jauh dari kekerasan seksual dan dapat memahami UU TPKS yang baru disahkan dengan baik.

Dalam webinar ini, dijelaskan mengenai UU TPKS secara garis besar, point - point penting yang termuat dalam UU TPKS, dan perspektif cara terbaik untuk mengimplementasikan UU TPKS.   

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh peserta, Ali Khasan selaku pembicara pertama menyampaikan apresiasinya, baginya, “Generasi muda yang merupakan para cendekiawan dapat dikatakan sebagai masa depan bangsa, saya sangat mengapresiasi berbagai macam kegiatan dan semangatnya dalam rangka mengantisipasi terjadinya berbagai macam kekerasan seksual”. Dalam kesempatan ini pula, Ali Khasan selaku Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Perlindungan Hak Perempuan KEMENPPPA menyampaikan terimakasih sekaligus apresiasi kepada DPC GMNI Denpasar karena telah menyelenggarakan webinar ini, menurutnya, webinar ini diharapkan sebagai sarana untuk mensosialisasi UU TPKS sebagai payung yang memberikan keadilan bagi korban kekerasan seksual, serta dapat merangkum rekomendasi dan legitimasi untuk bersinergi demi implementasi UU TPKS yang baik. Terimakasih atas perhatian dan kerjasama untuk mengawal UU TPKS.

Baca Juga: Pemuda Klungkung Gagas Living Museum Natural Salt, Sejahterakan Petani Garam Desa Pesinggahan

Diah Werdhi Srikandi selaku Ketua KPP Provinsi Bali, dalam kesempatan yang sama menanggapi pertanyaan terkait apa yang dapat dilakukan KPP dalam mengawal kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi,  “Kita akan mengundang beberapa LBH  yang memang konsern terhadap permasalahan kekerasan perempuan dan anak setelah lebaran ini, kami pun akan melakukan FGD untuk menerima masukan-masukan berdasarkan data data kekerasan seksual yang ada di Bali, kami juga akan merancang bagaimana cara pengawalannya di lingkungan keluarga, perguruan tinggi dan adat. Pada nyatanya memang banyak sekali kekerasan seksual yang memang tidak terlapor karena korban dan keluarga tidak ingin terekspos dan dikucilkan dari lingkungan sosial. 

Halaman:

Editor: Yulyo Yudha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Undiksha Sambut Baik Kehadiran GMNI di Buleleng

Senin, 4 April 2022 | 20:39 WIB

Daftar UMP Terbaru Tahun 2022 Wilayah Jawa dan Bali

Minggu, 13 Maret 2022 | 22:51 WIB

Terpopuler

X