• Senin, 3 Oktober 2022

KKN UNUD Desa Tangkup Berkolaborasi Dengan Subak Sangkungan dalam Pelatihan Kursus Tani dan Penyuluhan PMK

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 07:40 WIB

RAKYAT BALI, KarangasemMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Udayana (KKN Unud) Desa Tangkup, Karangasem  menggelar Pelatihan Kursus Tani Budidaya Padi Subak Sangkungan Beserta Penyuluhan  Penyakit Mulut Dan Kuku yang berguna untuk merangsang pertumbuhan akar dan tanaman.  Selain itu, petani juga dituntut untuk mengenal Penyakit Mulut dan Kuku. Kegiatan ini  dilakukan mahasiswa KKN terselenggara selama 2 hari yaitu pada hari, Senin (15/08/22) dan  Selasa (16/08/22) di Balai Subak Sangkungan, Desa Tangkup, Kecamatan Sidemen, Kabupaten  Karangasem

Untuk merangasang pertumbuhan akar dan tanaman padi serta  mencegah wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas  Udayana (KKN Unud) di Desa Tangkup, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem menggelar  Pelatihan Kursus Tani Budidaya Padi Subak beserta Penyuluhan Penyakit Mulut Dan Kuku, yang  dihadiri oleh kurang lebih 62 krama subak Sangkungan di Desa Tangkup. 

Langkah ini sebagai bentuk dorongan kepada masyarakat agar hewan ternak dan produksi tanaman  padi di Desa Tangkup, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem dapat di produksi jauh lebih  baik dan tentunya dapat memperoleh keuntungan maksimal secara berkelanjutan dalam sistem  produksi.  

Di hari pertama Senin, (15/08) Menurut Tim penyuluh I Dewa Made Yudistira mengatakan “Upaya  meningkatkan produktivitas padi dan pendapatan petani melalui pendekatan dengan  mengintergrasikan berbagai komponen teknologi sehingga bisa memecahkan masalah yang ada di  pertanian Desa Tangkup”  

Baca Juga: KKN Unud Desa Baha Rekomendasikan Eco Enzyme Jadi Solusi Persoalan Limbah Rumah Tangga

Selain membahas tentang upaya meningkatkan produktivitas padi, ada beberapa materi yang  menarik dan tentunya mengedukasi para krama subak Sangkungan Desa Tangkup. Salah satunya  pemupukan berimbang pada tanaman padi, Organisme pengganggu tumbuhan (OPT) utama  tanaman padi dan pengendaliannya sampai pestisida dan teknik aplikasinya dalam memproduksi  padi.  

Selain I Dewa Made Yudistira, pembicara kedua dan ketiga I Putu Bawa Ariyanta dan I Made Putra  juga menjelaskan pentingnya pupuk pada tanaman padi dan diharapkan petani mau dan mampu  melaksanakan pemupukan sesuai dengan kebutuhan tanaman terhadap unsur hara, hal ini berguna  untuk meningkatkan produksi tanaman. Serta pentingnya para krama subak mengetehaui tentang  pestisida guna mencegah lebih awal bagaimana tanaman yang terkena penyakit dan bisa ditanggulangi lebih dini. “Untuk menentukan pestisda cukup melihat labelnya dan jangan sampai  mencampurkan pestisida yang segolongan dan cara kerja yang sama” terang I Putu Bawa Ariyanta

Pada hari kedua Selasa, (16/08/22) penyuluhan berfokus pada pencegahan Penyakit Mulut Kuku  (PMK) dan praktik bersama pembuatan pupuk organik serta pupuk PGPR bersama krama subak  Sangkungan Desa Tangkup yang materinya dipaparkan oleh Drh. Sri Handayani dari UPTD  Puskesan Kec. Sidemen.  

Drh. Sri Idrayani menjelasakan kepada para petani Subak Sangkungan Desa Tangkup perlu  mencurigai jika sapi mengalami gejala awal PMK seperti tidak nafsu makan dan keluar air liur  berlebihan. Hal ini bisa cepat ditangani dengan cara disinfeksi. Namun Drh. Sri Indrayani menjelasakan “Jangan takut, jika sapi ternak sudah terkena penyakit PMK, peternak diharapkan  tetap tenang dan sabar, jika kita tenang pasti ada jalannya. Karena ternak yang terinfeksi penyakit PMK itu bisa sembuh, jika kita belajar cara menangggulanginya” jelas Drh Sri Handayani (16/08) 

Halaman:

Editor: Arya nata Wijaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cegah Wabah PMK, KKN Unud Membuat Cairan Eco Enzyme

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:35 WIB

Terpopuler

X