• Minggu, 5 Februari 2023

Penyelewengan BBM di Bali, Negara Rugi Miliaran Rupiah Per Hari

- Kamis, 8 Desember 2022 | 09:40 WIB
Diskusi Publik Mengungkap Penyelewengan BBM Bersubsidi di Pulau Dewata
Diskusi Publik Mengungkap Penyelewengan BBM Bersubsidi di Pulau Dewata

RAKYAT BALI, Denpasar - DPC GMNI Denpasar menggelar diskusi publik membahas “Mengungkap Penyelewengan BBM Bersubsidi di Pulau Dewata” pada Rabu, (7/12/2022) bertempat di Kubu Kopi Denpasar.

Diskusi dipantik oleh empat narasumber diantaranya Marcellino Ananta Putra Timur selaku peneliti dari GMNI, Edward Thomas Lamury Hadjon selaku Akademisi Fakultas Hukum UNUD, Roberto Hutabarat yang merupakan Aktivis 98 serta dari pihak Pertamina, Sales Branch Manager I Bali Arnaldo Andika.

Dalam diskusi tersebut GMNI memaparkan hasil temuanya yang menyatakan bahwa terjadi penyelewengan BBM jenis solar yang digunakan pada Industri Tambang Galian C di Karangasem. Total kerugian negara per hari ditaksir lebih dari 1 miliar rupiah.

“Dari Hasil studi Investigasi yang dilaksanakan Peneliti GMNI pada oktober lalu, penyelewengan BBM Subsidi jenis solar banyak dilakukan oleh para pengusaha-pengusaha Galian C di Karangasem,” Ucap salah satu perwakilan Peneliti GMNI Denpasar, Ananta Surya.

“Dari sektor pertambangan galian C saja, diperkirakan jumlah BBM Solar subsidi yang diselewengkan mencapai 62.608 liter per harinya dan jika dirupiahkan dengan dihitung selisih antara harga solar subsidi dan industri mencapai Rp 1.061.205.600,” lanjutnya.

Terkait modus operandi para pengusaha tambang ia menyebut terdapat beberapa cara untuk mendapatkan bbm solar bersubsidi.

“Beberapa yang kami temukan di lapangan, ada beberapa modus yang digunakan, yaitu pertama truk pertamina langsung ke tambang, menggunakan mobil cemper yang diantar polisi, menggunakan jeriken, menggunakan mobil modifikasi, truk pertamina kencing sembarangan, hingga kapal pengangkut bbm kencing sembarangan,” tuturnya.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan juga dugaan keterlibatan oknum polisi dan TNI yang memuluskan penyelewengan BBM tersebut.

Ia bersama para peneliti GMNI Denpasar juga merekomendasikan perubahan aturan terkait truk pengangkut hasil pertambangan yang beroda enam agar menggunakan BBM non bersubsidi karena nantinya akan memberikan keuntungan bagi negara dan mengurangi kelangkaan BBM bersubsidi bagi masyarakat yang menjadi sasaran subsidi.

Halaman:

Editor: Arya nata Wijaya

Tags

Terkini

Presiden Jokowi Resmikan Pasar Seni Sukawati

Kamis, 2 Februari 2023 | 07:44 WIB

5 Manfaat Berinvestasi Sedari Dini

Rabu, 23 November 2022 | 10:44 WIB

Terpopuler

X